Toad Jumping Up and Down

Siswa SMP Jadi Sasaran Pendidikan Seks

| Kamis, 07 November 2013

Mulai Aktif Secara Seksual, Siswa SMP Jadi Sasaran Pendidikan Seks

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 07/11/2013 15:48 WIB
Jakarta, Kasus video porno di sebuah SMP di Jakarta menunjukkan bahwa remaja di usia tersebut mulai aktif secara seksual. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) pun berencana memperkenalkan kesehatan reproduksi sejak SMP.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Dr H Soedibyo Alimoeso, MA di sela seminar membahas hasil SKRRI (Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia) 2012 di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2013).

"Tahun 2014 ini ada kegiatan inovatif untuk remaja, di beberapa provinsi kemungkinan kita akan menyentuh usia SMP. Sebab ternyata sexually active itu dimulai dari usia SMP, bukan cuma SMA yang energinya memang sedang tinggi-tingginya," kata Soedibyo.

Soedibyo tidak memungkiri di masyarakat ada resistensi atau pertentangan atas pendidikan kesehatan reproduksi. Beberapa kalangan menganggap, semakin diberi tahu maka anak-anak remaja akan semakin penasaran dan akhirnya mencoba-coba perilaku seksual yang berisiko.

Namun anggapan itu dibantah oleh Soedibyo. Menurutnya, penelitian di banyak negara menunjukkan bahwa ketika para remaja banyak tahu tentang kesehatan reproduksi, termasuk risiko yang dihadapi bila melakukan perilaku seksual yang tidak sehat, para remaja justru cenderung menjauhinya.

Pendidikan tentang kesehatan reproduksi pun diyakini akan lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan strategi lain misalnya menyediakan akses kontrasepsi bagi remaja yang perilaku seksualnya berisiko, sebagaimana dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Tidak, BKKBN tidak akan menyediakan alat kontrasepsi untuk remaja berisiko. Tapi kita akan membekali remaja dengan pendidikan tentang kesehatan reproduksi," tegas Soedibyo.

Masih menurut Soedibyo, memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi justru lebih mudah dilakukan pada remaja dibandingkan para orang tua. Karenanya ia berharap, orang tua dan remaja pada satu kesempatan bisa berkumpul, bersama-sama berdiskusi tentang hal itu.
Sumber : detik.com

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲