Tidak Bisa Hidup Tanpa HP, Ciri Orang Perlu Direhabilitasi
Selasa, 02/10/2012 18:24 WIB
Jakarta, Orang yang merasa seakan tidak bisa hidup jika jauh dari ponselnya, mungkin menderita nomophobia, yaitu kecemasan yang timbul jika tidak memiliki akses ke ponsel. Kondisi ini dinilai mengganggu kondisi psikologis dan hubungan sosial, sehingga membutuhkan rehabilitasi.
Istilah nomophobia pertama kali diciptakan oleh para peneliti Inggris pada tahun 2008 dan jumlah penderita nomophobia tampaknya terus meningkat hingga sekarang akibat makin menjamurnya ponsel pintar atau smartphone.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan terhadap 1.000 orang menunjukkan bahwa persentase orang-orang yang takut kehilangan ponselnya telah meningkat dari 53 persen menjadi 66 persen.
Peserta dengan usia 18 sampai 24 tahun menunjukkan lebih banyak bergantung pada ponsel, dan sekitar 70 persen menyatakan bahwa dirinya merasa tidak nyaman jika berada jauh dari ponsel selama lebih dari beberapa menit.
Sedangkan orang yang berusia 25 sampai 34 tahun tidak begitu banyak bergantung pada ponselnya dan sekitar 68 persen juga menyatakan hal yang sama.
Seperti dilansir prevention, Selasa (2/10/2012), nomophobia ditandai dengan perilaku sebagai berikut:
1. Tidak mampu menon-aktifkan ponselnya untuk beberapa waktu
2. Terlalu khawatir jika kehabisan daya baterai
3. Terus-menerus memeriksa pesan, panggilan, email baru dan jejaring sosial
4. Bahkan dapat membawa ponselnya hingga ke kamar mandi karena terlalu cemas
Istilah nomophobia pertama kali diciptakan oleh para peneliti Inggris pada tahun 2008 dan jumlah penderita nomophobia tampaknya terus meningkat hingga sekarang akibat makin menjamurnya ponsel pintar atau smartphone.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan terhadap 1.000 orang menunjukkan bahwa persentase orang-orang yang takut kehilangan ponselnya telah meningkat dari 53 persen menjadi 66 persen.
Peserta dengan usia 18 sampai 24 tahun menunjukkan lebih banyak bergantung pada ponsel, dan sekitar 70 persen menyatakan bahwa dirinya merasa tidak nyaman jika berada jauh dari ponsel selama lebih dari beberapa menit.
Sedangkan orang yang berusia 25 sampai 34 tahun tidak begitu banyak bergantung pada ponselnya dan sekitar 68 persen juga menyatakan hal yang sama.
Seperti dilansir prevention, Selasa (2/10/2012), nomophobia ditandai dengan perilaku sebagai berikut:
1. Tidak mampu menon-aktifkan ponselnya untuk beberapa waktu
2. Terlalu khawatir jika kehabisan daya baterai
3. Terus-menerus memeriksa pesan, panggilan, email baru dan jejaring sosial
4. Bahkan dapat membawa ponselnya hingga ke kamar mandi karena terlalu cemas
Sumber : detik.com


0 komentar:
Posting Komentar